Beranda » blog » SEKANTONG KUE

SEKANTONG KUE

T Diposting oleh pada 4 Juli 2013
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 715 kali

nyoklatklasik

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk.

Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka berdua.
Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.
Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya.

Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: (“Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!”). Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki jugamengambil satu.

Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir (“Ya ampun orang ini berani sekali”), dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan, dan ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih!”.

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget.
Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih.

Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu. Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin masalah, orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.

Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang
tidak tahu terima kasih.Kita sering mempengaruhi, mengomentari,mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

Belum ada Komentar untuk SEKANTONG KUE

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait SEKANTONG KUE

Visi dan Misi Franchisor NYOKLAT KLASIK™, It’s Really ICE/HOT Chocolate

T 7 Januari 2015 F A Nyoklat Klasik

NYOKLAT KLASIK™ lahir dari sebuah kecintaan kuliner sehingga menghasilkan sebuah ide usaha yang dapat di terima semua kalangan dengan usaha yang tiada henti hingga tercapai membuka gerai kecil di sebuah kota kecil di Tulungagung, Jawa Timur dan saat ini sudah... Selengkapnya

Menularkan Kebahagiaan

T 4 Juli 2014 F A Nyoklat Klasik

Seorang pemuda berangkat kerja dipagi hari… Memanggil taksi, dan naik… ‘Selamat pagi Pak,’…katanya menyapa sang sopir taksi terlebih dulu… ‘Pagi yang cerah bukan?’ sambungnya sambil tersenyum,… lalu ia bersenandung kecil… Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dengan senang hati, Ia... Selengkapnya

KEHIDUPAN, RELIGI dan BISNIS

T 2 Januari 2015 F A Nyoklat Klasik

Suatu ketika ada seorang anak manusia yang belum punya pekerjaan melamar sebuah perusahaan raksasa di daerah kuningan jakarta. Setiap hari anak tersebut selalu sholat 5 waktu dan tiap malam rajin sekali menjalankan sholat tahajud berdoa supaya di trima bekerja di... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai produk kami.